Terlihat sesosok pemuda penuh kecemasan disudut jalan
di temani serangga-serangga yang terbang mengitar diatas kepalanya.
sesekali ia menghadap ke langit luas seperti memohon kepada yang kuasa.
namun, tak lama ia kembali menunduk melihat HP-nya yang sedari tadi di genggamnya, berharap
seseorang mnghubunginya.
sepertinya hal itu tak terjadi hingga ia lewat dihadapan ku dengan tatapan kosong dan berlalu begitu saja.
kutatap ia yang berjalan terus menunduk penuh dengan kesedihan, sesekali ia menaikan tangannya seperti menghusap air mata. entah apa yang terjadi pada dirinya. disini aku hanya bisa memandangan dia yang penuh dengan rasa sedih.
tiba tiba ia terhenti menatap pohon rindang di sebelahnya dan menatap ku sambil tersenyum seolah berbicara 'aku baik-baik saja' , lalu ia kembali melanjutkan perjalanan kerumahnya yang tak jauh dari sana. rumah yang sangat sepi apalagi hanya seorang yang tinggal disana.
akuu mengikuti jalannya hingga tepat di depan rumahnya aku terdiam dan menatap rumah tersebut. ia keluar dari rumah lalu duduk sambil memasukkan sesuatu kedalam mulutnya dan membakar benda tersebut, dan tersenyum kembali kepadaku, aku pun hanya bisa membalas senyumannya. lalu aku pergi menjauh bermaksud untuk tidak mengganggunya karena aku tahu ia sedang posisi yang sangat depresi.
keesokan harinya aku melihat keramean warga tepat di hadapan pohon rindang yang semalam. terlihat sesosok pria muda yang sudah tak bernyawa sedang tergelantung di salah satu ranting pohon itu. Dia! dia orang yang semalam aku temui.
aku diam-diam masuk kedalam rumahnya. rumah yang sangat tak terurus lagi. diatas meja aku melihat sebuah HP tergeletak yang mungkin semalaman ia genggam. di dalam inboxnya terlihat sebuah SMS yang baru saja diterimanya tadi malam dari seseorang perempuan, mungkin itulah seseorang yang dari semalam ia tunggu. disitu tertulis ". . . . n aku pikir kita berteman saja. . . "
tak kuasa ku menahan air mata yang secara spontan terus mengalir dari kedua mata ku. hingga akhir hayatnya tak seorang pun membahagiakannya, bahkan seseorang yang disayanginya.
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar